Tangkap dan Gantung Si Kancil!

By Guebukanmonyet

Pada hari Jumat beberapa minggu yang lalu seperti biasa saya menunaikan ibadah sholat jumat. Setelah sekian lama tidak pernah mendengarkan ceramah jumat yang berkualitas dan berbobot, akhirnya pada hari itu saya mendapat kesempatan untuk menikmati siraman rohani yang lugas, cerdas, dan tidak ketinggalan jaman.

Ada beberapa aspek yang disinggung oleh penceramah tersebut, salah satunya adalah analoginya yang menjelaskan mengapa Indonesia menjadi negara yang tertinggal dari negara-negara lainnya. Ia memberikan contoh bagaimana Jepang mampu menjadi sebuah negara yang sangat maju walau harus hancur lebur setelah perang dunia ke-2. Seperti yang kita semua tahu, negara Jepang mengalami kekalahan yang luar biasa di perang dunia ke-2 yang ditandai dengan dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki oleh pihak sekutu. Menurutnya, alasan utama mengapa bangsa Jepang mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi paling ditakuti di dunia saat ini adalah karena mereka memiliki budaya atau karakter yang kuat. Ia mencontohkan bagaimana anak-anak kecil di Jepang selalu didongengkan sebuah cerita tentang raja yang dikutuk menjadi katak. Si katak terkutuk harus mampu naik keatas sebuah batu besar agar menjadi raja lagi, padahal batu tersebut sangat besar dan tinggi. Katak berusaha berulang-ulang, ketika ia jatuh dan terlempar ia akan meloncat lagi, lagi, dan lagi. Katak tidak mengenal lelah dan tidak pernah putus asa hingga lama kelamaan kedua kakinya menjadi kuat dan lebih lentur, dan akhirnya ia pun mampu naik ke atas batu dan menjadi seorang raja lagi. Masyarakat Jepang sedari kecil selalu diajarkan untuk tidak pernah lelah dalam memperbaiki diri. Anak-anak di Jepang selalu diajarkan bahwa mereka dapat menjadi apa saja yang mereka mau asalkan mereka fokus dan terus berusaha dalam mengejar impian mereka.

Lalu penceramah bertanya, “Cerita apa yang anak-anak Indonesia dapat?” Sudah pasti jawabannya Si Kancil. Lalu apa kerjanya Si Kancil? Yah, Si Kancil adalah seorang binatang “cerdik” yang kerjanya mencuri timun dan selalu menyusahkan Pak Tani. Anak-anak Indonesia sedari kecil sudah dicuci otaknya bahwa mencuri milik orang lain bukan hal yang tidak baik, tapi justru cerdik. Mungkin saja ini bisa menjadi alasan mengapa negara ini tidak pernah lepas dari kasus korupsi yang menggerogoti uang rakyat karena masyarakat kita tidak suka berusaha keras dan lebih suka memilih jalan pintas untuk memperoleh kemauannya. Maka tidak heran beberapa bulan lalu pemerintah dengan bangga berkata, “Kita mengalami kemajuan, kita bukan bangsa terkorup. Kita hanya nomer dua terkorup di Asia.”

Saran saya: Tangkap dan Gantung Si Kancil!

2 Comments

  1. Bangsa Feodal

    Wah gw ga setuju klo kancil harus digantung…knp? karena ada dongeng lain tentang kecerdikan si kancil, yaitu ketika dia berhasil mengelabui macan dan buaya…dan gw rasa teman-teman juga pasti udah dengar ceritanya.
    Tas…gmn klo mulai saat ini kita tidak harus selalu menjelekkan atau mengkerdilkan bangsa besar bernama Indonesia, tapi mari mulai dari kita sebagai anak bangsa bangga akan keindonesiaan kita dengan melihat sisi baik bangsa ini.
    Bangsa ini selalu jadi inferior bagi negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang , Jerman, Australia, Inggris, dan lain-lain. Terutama Pendidikan.

    Dalam hal sistem pendidikan kita saat ini memang masih kalah, namun hal tersebut bukan semata-mata murni hasil bangsa Indonesia. Hal tersebut terjadi karena ada PENCITRAAN yang kuat dari negara-negara maju itu sendiri melalui media seperti koran, majalah, internet, dll. dengan kata lain teknik komunikasi benar-benar mereka telah menguasainya.
    Sebagai contoh perusahaan-perusahaan MNc besar umumnya akan merekrut lulusan luar negeri sebagai prioritas, hal tersebut tuk menimbulkan kesan bahwa universitas luar negeri lebih OK dan akhirnya warga di negara berkembang akan pergi kuliah di sana, maka MAKA LARILAH DEVISA.
    APAKAH PERNAH MENDENGAR CERITA TENTANG ORANG TERPINTAR DI DUNIA ADA DI NEAGARA MANA?
    Dalam sebuah kesempatan Habibie menjawab ADA DI INDONESIA. Jawaban tadi tentu bukan tanpa dasar beliau menerangkan banyak orang Indonesia bekerja di Boeing, AirBus, Silicon Valley, dan tempat-tempat lainnnya yang berkaitan erat dengan Hi-Tech.
    Contoh lain adalah pemenang olimpiade fisika hanya Indonesia yang setiap tahun mendapatkan EMAS, negara-negara maju seperti AS, Jepang, Jerman pun pesertanya tidak mendapatkan EMAS setiap tahun.

    Tas apakah loe pernah melihat iklan Gudang Garam tentang anak sekolah yang hrs menyebrangi sunai besra tanpa jembatan…hal tersebut nyata di Indonesia, jd bangsa ini memiliki karakter yang kuat tuk maju. Inggris, Portugal, Belanda, dan Jepang pun bisa diusir…hehe!!

    Penjajahan yang dialami bangsa ini memang cukup lama sehingga menyebakan sikap FEODAL dan mungkin telah menjadi budaya sikap feodal tersebut pada sebagian masyarakat Indonesia… menganggap orang bule atau luar negeri lebih hebat.

    ahh…gw jadi pengen mendebat yang penceramah itu , namun sayang jaraknya jauh euy!! penceramah tersebut bermaksud menyemangati namun tanpa disadarinya telah melemahkan pula.

    NINERS…LET’S KEEP OUR SPIRIT OF FRIENDSHIP.

  2. Hehe, kemane aja lo tong?

    Gue sich mendukung Si Kancil ditangkap dan digantung! Tokoh Si Kancil merepresentasikan kelakuan para koruptor yang sok suci padahal mereka menggerogoti uang rakyat tapi masih belagu seakan-akan mereka tidak bersalah. Gara-gara para koruptor itu negara ini masih saja tidak bisa bangkit dari kemiskinan dan kebodohan.

    Gue gak setuju dengan sikap lo yang selalu meyalahkan pihak lain terutama negara-negara maju terhadap kemunduran Indonesia. Pencitraan yang dilakukan oleh perusahaan2 MNC yang lo sebutkan juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lokal, kita sendiri yang melakukan itu. Kita sendiri yang membiarkan pihak asing mengontrol kita, karena kita gak punya karakter yang kuat.

    Gue gak percaya ama Habibie, seorang presiden yang memecah belah negara ini, walau memang benar banyak orang pintar dari Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan elit di negara maju. Tapi orang-orang itu gak mau pulang ke Indonesia dan gue yakin sebagian besar dari mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan kewarganegaraan negara lain. Dan jangan banggakan emas yang didapat Indonesia di Olimpiade Fisika, dan lain2. Itu cuma proyek mercu suar pemerintah yang ingin membuat masyarakat percaya bahwa pendidikan kita baik. Kenyataannya kualitas pendidikan kita kalah jauh dari Singapura atau Malaysia, bahkan pendidikan Vietnam masih lebih baik. Murid-murid yang mendapat emas di olimpiade tidak lebih dari 1% dari jumlah total murid Indonesia. Negara Amerika tidak pernah khawatir apabila wakil mereka tidak mendapat emas karena mereka yakin apabila dilihat dari total populasi murid-murid mereka masih jauh lebih baik, paling mereka bilang, “Gak usah khawatir, murid kayak gitu di Indonesia cuma satu dari sepuluh juta, atau mungkin lebih.” Begitu juga seperti iklan Gudang Garam, gue yakin pasti ada yang seperti itu. Tapi pertanyaan gue, berapa banyak?

    Gue setuju bahwa negara ini terlalu west minded tapi bukan ide itu yang ingin gue sampaikan. Gue hanya ingin memberikan gambaran betapa masyarakat Jepang memiliki keinginan yang lebih kuat untuk maju dari pada bangsa ini. Bangsa ini tidak memiliki karakter atau budaya yang kuat seperti yang disebutkan oleh Djokosantoso Moelyono mantan Dirut BRI melalui bukunya berjudul Cultured. Djokosantoso melalui bukunya menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya tinggi namun tidak memiliki budaya maju. Masyarakat Indonesia bilang, “Makan gak makan yang penting ngumpul,” sementara masyarakat Jepang bilang, “Kalau perlu gue gak makan sebelum berhasil.”

    Gue setuju kalau tidak semua dari Indonesia jelek dan gue tidak menjelek2kan kok. Gue hanya mengkritik.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s