Selamat Datang Waterway

Setelah Busway beroperasi dalam beberapa tahun terakhir ini, monorel dan subway diberitakan akan menyusul, Jakarta pada 6 Mei ini secara resmi memiliki alat transportasi baru yaitu Waterway. Waterway akan menjadi alat transportasi air yang memanfaatkan arus kali di Jakarta yang sejauh ini baru akan beroperasi di Kali Banjir Kanal Barat yaitu dari Halimun, ke Dukuh Atas, dan berakhir di Karet, kemudian kembali lagi ke Halimun. Bang Yos ketika meresmikan transportasi ini, diberitakan oleh detik, berujar, “Mudah-mudahan Waterway punya cerita seperti Busway, maki-makilah sekarang, nanti tertawa-tawa kemudian.” Bang Yos memang patut berbangga karena di masa kepemimpinannya yang kedua ini, Ia telah menjadi seorang Gubernur yang penuh dengan ambisi dan inovasi dalam mengembangkan transportasi umum di Jakarta.

Walau mesti melewati kali yang butek dengan sampah dimana-mana, kehadiran Waterway harus dihargai oleh setiap warga Jakarta sebagai bentuk apresiasi kita terhadap inisiatif pemerintah DKI untuk memperbaiki fasilitas transportasi umum. Toh, bukankah kita juga kan yang selama ini mengotori kali Jakarta? Bukankah kita juga kan yang main buang sampah sembarangan? Eh, giliran banjir datang kita semua kompak banget mengkritik Pemda DKI sebagai satu-satunya alasan terjadinya banjir.

Terlepas dari efektif tidaknya Waterway, paling tidak keberadaannya bisa menjadi sebuah hiburan baru bagi sebagian besar masyarakat Jakarta terutama masyarakat dari kalangan menengah kebawah. Dengan hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 1.500 untuk sekali jalan, masyarakat Jakarta bisa keliling kota Jakarta diatas air setiap hari Sabtu dan Minggu dari pukul 07.00 sampai 09.00 dan pukul 16.00 sampai 18.00. Penasaran? Silahkan saja mencoba.

Ps. Jangan takut, Waterway yang asli gak seperti yang di foto kok🙂

Salam dari Jakarta Butuh Revolusi Budaya.

3 Comments

  1. hallo Mr.Tasa..

    saya memang belum mencoba water way, tapi yang saya lihat di TV cukup membuat saya prihatin.
    yah memang harganya murah, fasilitasnya cukup baik, tertib diantrian, tapi kapal sering kali berhenti lantaran sampah..

    menurut saya, bang yos terlalu memaksakan proyek ini, terlebih lagi manajemen proyek nya juga payah. seharusnya sebelum membuat proyek ini, sampah-sampah disekitar sungai dibersihkan dulu, sungai dikuras dulu dan pemandangan disekitar sungai juga diperbaiki, baru deh buat water way.

    beberapa hari yang lalu saya mendatangi acara tentang jakarta, dilihat dari sudut politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama.. ada kubu yang beranggapan kalau bang yos hanya ingin cepat-cepat menanamkan investasinya di kedua proyek yaitu bus way dan water way sebelum pemilihan gubernur berikutnya, karna yang kita tahu bang yos tidak akan terpilih lagi.

    kami juga membahas kinerja pemerintah khususnya bang yos..
    pemerintahan bang yos banyak mendapat kontraversi (ini kami lihat dari kuisioner yang kami sebarkan), masyarakat berpendapat, seharusnya pemerintah melihat dulu mana fasilitas yang harus diperbaiki dan mana yang perlu dikembangkan.. bukannya membuat fasilitas baru yang belum tentu dipakai oleh masyarakat jakarta.
    contohnya kereta api, sampai sekarang mesin kereta api masih second-nan dan stasiun nya pun masih perlu perbaikan, malah ada yang perlu perbaikan total, kenapa pemerintah tidak melihat ke proyek kereta api dulu, karna yang kita tahu kereta api dipakai oleh masyarakat jakarta dari berbagai kalangan.
    mungkin saja bang yos berniat baik membuat bus way atau water way, dan sebelumnya pun bus way dibuat sesuai dengan peraturan tapi kesini-sini nya malah kacau, bus way dibuat di 2 jalur yang membuat jakarta tambah macet, guna bus way kan membuat masyarakat jakarta menyimpan kendaraan pribadi mereka guna mengurangi kemacetan di jakarta tapi sebaliknya jakarta tambah macet, kendaraan bermotor makin membludak.
    fasilitas-fasilitas baru yang dibuat pemerintah lama-lama menyimpang dari peraturan yang berlaku, dan jakarta makin kacau..

    bagi saya jangan sama kan sungai jakarta dengan sungai singapure atau sungai sidney..

  2. Halo Uci,
    Memang benar yach, kayaknya proyek ini terlalu dipaksakan. Mungkin ini salah satu cara Bang Yos yang ingin diingat sebagai Gubernur dengan 1001 ide sistem transportasi. Dan benar banget, sesuai yang gue baca di internet kapal masih sering nyangkut di sampah yang menggenangi sungai. Memalukan! Tapi menurut gue, terlepas dari efektif tidaknya sistem transportasi baru ini, minimal sistem baru ini akan menyadarkan orang banyak bahwa kebersihan sungai sangat penting bagi kehidupan kita semua. Mudah-mudahan semakin banyak oarang yang tidak main buang sampah saja di sungai-sungai di Jakarta.

    Tapi gue juga setuju kalau seharusnya Pemda DKI lebih fokus pada alat-alat transportasi yang sudah ada seperti kereta api, bus, dll. Walau kita juga tidak bisa menutup mata bahwa kereta api sesungguhnya merupakan wewenang Pemerintah Pusat melalui Departemen Transportasi dan Perhubungan. Mengenai Busway, gue pribadi melihat bahwa itu adalah sebuah terobosan yang patut dihargai. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak kekurangan disana-sini, tapi menurut gue semua itu memang butuh proses. Busway menunjukkan bahwa sebenernya masyarakat Jakarta bisa hidup dalam kondisi tertib dan teratur minimal dalam mengantri tiket. Masyarakat Jakarta yang selama ini menggunakan mobil mungkin mengomel karena keberadaan busway justru membuat kondisi lalu lintas Jakarta makin macet, tapi bagi sebagian masyarakat Jakarta yang sebelumnya selalu terpaksa menggunakan angkutan umum yang sangat sangat tidak manusiawi, gue rasa keberadaan busway bisa menjadi sedikit hiburan bagi tubuh dan pikiran mereka yang lelah dan mau pecah.

  3. Kok sepi amat nich?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s